Selamat Tahun Baru Hijriyah 1434 H
Semoga semangat hijrah senantiasa tertanam dalam diri kita agar hari ini jauh lebih baik dari hari kemarin...
Drama Islami
Mahasiswa STAI Al-Azhar Makassar, yang mengadakan kegiatan Drama Islami dan diikuti dari berbagai jurusan. Kegiatan ini dalam rangka mengokohkan hubungan persaudaraan dan kerjasama antar kelompok.
10 June 2010
Hikmah Disyari'atkan Khitan
Hikmah Disyari'atkan Khitan
Dari Abu Hurairah -Semoga Allah meridhainya- Rasulullah bersabda:
{ุงููุทุฑุฉ ุฎู
ุณ - ุฃู ุฎู
ุณุฉ ู
ู ุงููุทุฑุฉ: ุงูุฎِุชุงَู، َูุงْูุงِุณْุชِุญْุฏุงَุฏُ، ูุชูู ุงูุฅุจุท، ูุชูููู
ุงูุฃุธูุงุฑ، ููุต ุงูุดุงุฑุจ } ุงูุฎุจุงุฑู ูู ุตุญูุญ، 5889
Artinya: “Fithrah manusia itu ada lima, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur kumis” (HR. Bukhari, 5889).
Makna fitrah pada asalnya adalah tabiat yang semula sudah ada, dan yang dimaksu dengan hadits tersebut di atas adalah, "Jika 5 hal di atas dilakukan maka pelakunya disifati dengan fithrah sebagaimana Allah tetapkan demikian untuk para hambanya, dan juga Allah memotivasi hamba-Nya untuk melakukan, mencintai hal yang demikian, sehingga hamba tersebut memiliki sifat yang paling sempurna lagi mulia. Dalam sejumlah sifat yang lain disebutkan, "Lima hal yang teramsuk sunnah/kebiasaan".
Dan khitan maknanya adalah memotong, yaitu memotong kulub (kulit yang berlebih yang ada pada dzakar bagian depan. Adapun istihdad, adalah menggunakan alat potong untuk menghilangkan rambut yang ada di atas dan sekitar kemaluan laki-laki. Demikian juga rambut yang ada di sekitar kemaluan perempuan.
Sebuah majalah medis terkenal di Inggris, BMG, pernah menurunkan makalah tentang kanker kelamin dan penyebab-penyebabnya pada tahun 1986. Diantara keterangannya adalah, "Sesungguhnya kanker kelamin sangat kecil sekali terjadi di kalangan yahudi dan negeri-negeri muslim, sebab mereka ini melakukan khitan semenjak usia anak-anak. Dan data statistik medis menunjukkan bahwa kanker kemaluan yang terjadi pada kalangan yahudi tidak terjadi kecuali hanya terhadap 9 penderita saja dalam setahun."
Proses terjadinya kanker kelamin adalah ketika kemaluan tidak dikhitan, maka kulub yang ada di bagian depan kemaluan tersebut selalu menyisakan air kencing yang keluar. Air kencing tersebut membawa endapan-endapan yang dalam waktu yang lama akan menutupi bagian saluran air kencing sehingga menyebabkan dis-fungsi. Maka dengan dikhitannya kulub ini, kemungkinan mengendapnya sisa-sisa air kencing tidak ada lagi karena selalu dibersihkan setiap kali kencing. Sisa-sisa endapan air kencing inilah yang berdasarkan penelitian merupakan sebab utama terjadinya kanker kelamin.
Majalah "Al-Ma'had Al-Wathaniy lii Al-Sarthan" menurunkan berita tentang hasil penelitian yang menegaskan bahwa kanker kelamin bisa berpindah ketika berhubungan seks. Dan dengan hubungan seks dengan banyak pasangan bebas juga akan menyebabkan terjadinya kanker ini. Dalam dalam laporan buletin sebuah akademi untuk penyakit-penyakit anak-anak disebutkan bahwa sesungguhnya khitan adalah cara yang efektif untuk mencegah terjadinya kanker kelamin.
Sebuah majalah Amerika untuk penyakit anak-anak juga menegaskan bahwa aktivitas-aktivitas agama yang dianut kalangan muslimin (Islam) dan yahudi yang menegaskan mensyari'atkan khitan memiliki dampak yang sangat mendasar dalam memotivasi mereka untuk melaksanakan fithrah ini (khitan)". Dan dalam shahihain (Bukhari dan Muslim) diriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu' bahwa Nabi Ibrahim --Alaihis Salam-- melakukan khitan ketika ia memasuki usia 80 tahun.
Sumber: Al-Arbaun Al-Ilmiyah" Abdul hamid Mahmud Thahmaz, Daar Al-Qalam
Hikmah Didahulukannya Pendengaran daripada Penglihatan Di Dalam Al-Qur'an
Manusia ketika hilang matanya, maka hilanglah segalanya, hidup dalam kegelapan sepanjang waktu, tidak bisa melihat apa-apa.
Akan tetapi kalau manusia kehilangan pendengarannya, maka dia masih bisa melihat. Pada saat itu, musibah yang ia derita lebih ringan daripada ia kehilangan mata.
Akan tetapi Allah ta'alaa ketika menyebutkan kata "pendengaran" dalam Al-Qur'an selalu didahulukan daripada penglihatan.
Sungguh, ini merupakan satu mu'jizat Al-Qur'an yang mulia. Allah telah mengutamakan dan mendahulukan pendengaran daripada penglihatan. Sebab, pendengaran adalah organ manusia yang pertama kali bekerja ketika di dunia, juga merupakan organ yang pertama kali siap bekerja pada saat akhirat terjadi. Maka pendengaran tidak pernah tidur sama sekali.
Sesunguhnya pendengaran adalah organ tubuh manusia yang pertama kali bekerja ketika seorang manusia lahir di dunia. Maka, seorang bayi ketika saat pertama kali lahir, ia bisa mendengar, berbeda dengan kedua mata. Maka, seolah Allah ta'alaa ingin mengatakan kepada kita, "Sesungguhnya pendengaran adalah organ yang pertama kali mempengaruhi organ lain bekerja, maka apabila engkau datang disamping bayi tersebut beberapa saat lalu terdengar bunyi kemudian, maka ia kaget dan menangis. Akan tetapi jika engkau dekatkan kedua tanganmu ke depan mata bayi yang baru lahir, maka bayi itu tidak bergerak sama sekali (tidak merespon), tidak merasa ada bahaya yang mengancam. Ini yang pertama.
Kemudian, apabila manusia tidur, maka semua organ tubuhnya istirahat, kecuali pendengarannya. Jika engkau ingin bangun dari tidurmu, dan engkau letakkan tanganmu di dekat matamu, maka mata tersebut tidak akan merasakannya. Akan tetapi jika ada suara berisik di dekat telingamu, maka anda akan terbangun seketika. Ini yang kedua.
Adapun yang ketiga, telinga adalah penghubung antara manusia dengan dunia luar. Allah ta'alaa ketika ingin menjadikan ashhabul kahfi tidur selama 309 tahun, Allah berfirman:
َูุถَุฑَุจْูุงَ ุนََูู ุขุฐَุงِِููู
ْ ِูู ุงَِْْูููู ุณَِِْููู ุนَุฏَุฏًุง (ุงูููู: 11)
“Maka Kami tutup telinga-telinga mereka selama bertahun-tahun (selama 309 tahun, lihat pada ayat 25 berikutnya -pent) (Q.S. Al-Kahfi: 11)
Dari sini, ketika telinga tutup sehingga tidak bisa mendengar, maka orang akan tertidur selama beratus-ratus tahun tanpa ada gangguan. Hal ini karena gerakan-gerakan manusia pada siang hari menghalangi manusia dari tidur pulas, dan tenangnya manusia (tanpa ada aktivitas) pada malam hari menyebabkan bisa tidur pulas, dan telinga tetap tidak tidur dan tidak lalai sedikitpun.
Dan di sini ada satu hal yang perlu kami garis bawahi, yaitu sesungguhnya Allah berfirman dalam surat Fushshilat:
ูู
ุง ููุชู
ุชุณุชุชุฑูู ุฃู ูุดูุฏ ุนูููู
ุณู
ุนูู
ููุง ุฃุจุตุงุฑูู
ููุง ุฌููุฏูู
، ูููู ุธููุชู
ุฃู ุงููู ูุง ูุนูู
ู ูุซูุฑุง ู
ู
ุง ุชุนู
ููู (ูุตูุช: 22)
“Dan kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian yang dilakukan oleh pendengaranmu, mata-mata kalian, dan kulit-kulit kalian terhadap kalian sendiri, bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kalian kerjakan” (Q.S. Fushshilat: 22)
Kenapa kalimat "pendengaran" dalam ayat tersebut berbentuk tunggal (mufrad) dan kalimat "penglihatan" dan "kulit" dalam bentuk jamak ? Padahal, bisa saja Allah mengatakannya:
ุฃุณู
ุงุนูู
ููุง ุฃุจุตุงุฑูู
ููุง ุฌููุฏูู
“Pendengaran-pendengaran kalian, penglihatan-penglihatan kalian, dan kulit-kulit kalian”.
Dan memang konteks ayatnya adalah pendengaran dan penglihatan (bentuk tunggal) atau pendengaran-pendengaran dan penglihatan-penglihatan (bentuk jamak). Akan tetapi Allah ta'alaa dalam ayat di atas -yang demikian rinci dan jelas- ingin mengungkapkan kepada kita tentang keterperincian Al-Qur'an yang mulia. Maka mata adalah indera yang bisa diatur sekehendak manusia, saya bisa melihat dan bisa tidak melihat, saya bisa memejamkan mata bila saya tidak ingin melihat sesuatu, memalingkan wajahku ke arah lain, atau pun mengalihkan pandanganku ke yang lain yang ingin saya lihat. Akan tetapi telinga tidak memiliki kemampuan itu, ingin mendengar atau tidak ingin mendengar, maka anda tetap mendengarnya. Misalnya, anda dalam sebuah ruangan yang di sana ada 10 orang yang saling berbicara, maka anda akan mendengar semua suara mereka, baik anda ingin mendengarnya atau tidak; anda bisa memalingkan pandangan anda, maka anda akan melihat siapa saja yang ingin anda lihat dan anda tidak bisa melihat orang yang tidak ingin anda lihat. Akan tetapi, anda tidak mampu mendengarkan apa yang ingin anda dengar perkataannya dan tidak juga mampu untuk tidak mendengar orang yang tidak ingin anda dengar. Paling-paling anda hanya bisa seolah-olah tidak tahu atau seolah-olah tidak mendengar suara yang tidak ingin anda dengar, akan tetapi pada hakikatnya semua suara tersebut sampai ke telinga anda, mau atau pun tidak.
Jadi, mata memiliki kemampuan untuk memilih; anda bisa melihat yang itu atau memalingkan pandangan mata dari hal itu, saya pun demikian, dan orang lain pun demikian, sedangkan pendengaran; setiap kita mendengar apa saja yang berbunyi, diinginkan atau pun tidak. Dari hal ini, maka setiap mata berbeda-beda pada yang dilihatnya, akan tetapi pendengaran mendengar hal yang sama. Setiap kita memiliki mata, ia melihat apa saja yang ia mau lihat; akan tetapi kita tidak mampu memilih hal yang mau kita dengarkan, kita mendengarkan apa saja yang berbunyi, suka atau tidak suka, sehingga pantas Allah ta'alaa menyebutkan kalimat "pandangan" dalam bentuk jamak, dan kalimat "pendengaran" dalam bentuk tunggal, meskipun kalimat pendengaran didahulukan daripada kalimat penglihatan. Maka pendengaran tidak pernah tidur atau pun istirahat. Dan organ tubuh yang tidak pernah tidur maka lebih tinggi (didahulukan) daripada makhluk atau organ yang bisa tidur atau istirahat. Maka telinga tidak tidur selama-lamanya sejak awal kelahirannya, ia bisa berfungsi sejak detik pertama lahirnya kehidupan yang pada saat organ-organ lainnya baru bisa berfungsi setelah beberapa saat atau beberapa hari, bahkan sebagian setelah beberapa tahun kemudian, atau pun 10 tahun lebih.
Dan telinga tidak pernah tidur, ketika engkau sedang tidur maka semua organ tubuhmu tidur atau istirahat, kecuali telinga. Jika terdengar suara disampingmu maka spontan engkau akan terbangun. Akan tetapi, jika fungsi telinga terhenti, maka hiruk-pikuk aktivitas manusia di siang hari dan semua bunyi yang ada tidak akan membangunkan tidur kita, sebab alat pendengarannya (penerima bunyi) yaitu telinga tidak bisa menerima sinyal ini. Dan telinga pulalah yang merupakan alat pendengar panggilan penyeru pada hari qiamat kelak ketika terompet dibunyikan.
Dan mata membutuhkan cahaya untuk bisa melihat, sedangkan telinga tidak memerlukan hal lain. Maka, jika dunia dalam keadaan gelap, maka mata tidak bisa melihat, walaupun mata anda tidak rusak. Akan tetapi telinga bisa mendengar apapun, baik siang maupun malam; dalam gelap maupun terang benderang. Maka telinga tidak pernah tidur dan tiak pernah berhenti berfungsi.
Bersin dan Menguap
Pernah bersin gak? ya pernah dong, tentunya semua orang pernah merasakannya. Betapa nikmatnya ketika kita bersin, seakan-akan penyakit kita semuanya langsung hilang... Oh ya, teman-teman juga perlu tahu bahwa ternyata bersin itu sesungguhnya dicitai Allah dibanding ketika kita menguap. apakah menguapnya karena mengantuk, disengaja de el el, pokoknya menguap deh, itu dilarang dalam agama kita.08 June 2010
Tafsir Ayat "Laa Ikraaha fiddiin"
ุชูุณูุฑ ูููู ุชุนุงูู: ูุง ุฅِْูุฑَุงَู ِูู ุงูุฏِِّูู... ุงูุขูุฉ
ู
ุฐููุฑ ูู ุงููุฑุขู ุงููุฑูู
: ูุง ุฅِْูุฑَุงَู ِูู ุงูุฏِِّูู َูุฏْ ุชَุจَََّูู ุงูุฑُّุดْุฏُ ู
َِู ุงْูุบَِّู , ูู
ุง ู
ุนูู ูุฐุง؟
ูุฏ ุฐูุฑ ุฃูู ุงูุนูู
ุฑุญู
ูู
ุงููู ูู ุชูุณูุฑ ูุฐู ุงูุขูุฉ ู
ุง ู
ุนูุงู: ุฃู ูุฐู ุงูุขูุฉ ุฎุจุฑ ู
ุนูุงู ุงูููู، ุฃู: ูุง ุชูุฑููุง ุนูู ุงูุฏูู ุงูุฅุณูุงู
ู ู
ู ูู
ูุฑุฏ ุงูุฏุฎูู ููู، ูุฅูู ูุฏ ุชุจูู ุงูุฑุดุฏ، ููู ุฏูู ู
ุญู
ุฏ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูุฃุตุญุงุจู ูุฃุชุจุงุนูู
ุจุฅุญุณุงู، ููู ุชูุญูุฏ ุงููู ุจุนุจุงุฏุชู ูุทุงุนุฉ ุฃูุงู
ุฑู ูุชุฑู ููุงููู ู
َِู ุงْูุบَِّู ููู ุฏูู ุฃุจู ุฌูู ูุฃุดุจุงูู ู
ู ุงูู
ุดุฑููู ุงูุฐูู ูุนุจุฏูู ุบูุฑ ุงููู ู
ู ุงูุฃุตูุงู
، ูุงูุฃูููุงุก، ูุงูู
ูุงุฆูุฉ، ูุงูุฃูุจูุงุก، ูุบูุฑูู
، ููุงู ูุฐุง ูุจู ุฃู ูุดุฑุน ุงููู ุณุจุญุงูู ุงูุฌูุงุฏ ุจุงูุณูู ูุฌู
ูุน ุงูู
ุดุฑููู ุฅูุง ู
ู ุจุฐู ุงูุฌุฒูุฉ ู
ู ุฃูู ุงููุชุงุจ ูุงูู
ุฌูุณ، ูุนูู ูุฐุง ุชููู ูุฐู ุงูุขูุฉ ุฎุงุตุฉ ูุฃูู ุงููุชุงุจ، ูุงูู
ุฌูุณ ุฅุฐุง ุจุฐููุง ุงูุฌุฒูุฉ ูุงูุชุฒู
ูุง ุงูุตุบุงุฑ ูุฅููู
ูุง ููุฑููู ุนูู ุงูุฅุณูุงู
؛ ููุฐู ุงูุขูุฉ ุงููุฑูู
ุฉ، ูููููู ุณุจุญุงูู ูู ุณูุฑุฉ ุงูุชูุจุฉ: َูุงุชُِููุง ุงَّูุฐَِูู ูุง ُูุคْู
َُِููู ุจِุงَِّููู َููุง ุจِุงَْْูููู
ِ ุงْูุขุฎِุฑِ َููุง ُูุญَุฑِّู
َُูู ู
َุง ุญَุฑَّู
َ ุงَُّููู َูุฑَุณُُُููู َููุง َูุฏَُِูููู ุฏَِูู ุงْูุญَِّู ู
َِู ุงَّูุฐَِูู ุฃُูุชُูุง ุงِْููุชَุงุจَ ุญَุชَّู ُูุนْุทُูุง ุงْูุฌِุฒَْูุฉَ ุนَْู َูุฏٍ َُููู
ْ ุตَุงุบِุฑَُูู[2] ูุฑูุน ุณุจุญุงูู ุนู ุฃูู ุงููุชุงุจ ุงููุชุงู ุฅุฐุง ุฃุนุทูุง ุงูุฌุฒูุฉ ูุงูุชุฒู
ูุง ุงูุตุบุงุฑ. ูุซุจุช ูู ุงูุฃุญุงุฏูุซ ุงูุตุญูุญุฉ ุนู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฃูู ุฃุฎุฐ ุงูุฌุฒูุฉ ู
ู ู
ุฌูุณ ูุฌุฑ، ุฃู
ุง ู
ู ุณูู ุฃูู ุงููุชุงุจ ูุงูู
ุฌูุณ ู
ู ุงูููุฑุฉ ูุงูู
ุดุฑููู ูุงูู
ูุงุญุฏุฉ ูุฅู ุงููุงุฌุจ ู
ุน ุงููุฏุฑุฉ ุฏุนูุชูู
ุฅูู ุงูุฅุณูุงู
، ูุฅู ุฃุฌุงุจูุง ูุงูุญู
ุฏ ููู، ูุฅู ูู
ูุฌูุจูุง ูุฌุจ ุฌูุงุฏูู
ุญุชู ูุฏุฎููุง ูู ุงูุฅุณูุงู
، ููุง ุชูุจู ู
ููู
ุงูุฌุฒูุฉ؛ ูุฃู ุงูุฑุณูู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูู
ูุทูุจูุง ู
ู ููุงุฑ ุงูุนุฑุจ، ููู
ููุจููุง ู
ููู
، ููุฃู ุฃุตุญุงุจู ุฑุถู ุงููู ุนููู
ูู
ุง ุฌุงูุฏูุง ุงูููุงุฑ ุจุนุฏ ููุงุชู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูู
ููุจููุง ุงูุฌุฒูุฉ ุฅูุง ู
ู ุฃูู ุงููุชุงุจ ูุงูู
ุฌูุณ، ูู
ู ุงูุฃุฏูุฉ ุนูู ุฐูู ูููู ุณุจุญุงูู: َูุฅِุฐَุง ุงْูุณََูุฎَ ุงْูุฃَุดُْูุฑُ ุงْูุญُุฑُู
ُ َูุงْูุชُُููุง ุงْูู
ُุดْุฑَِِููู ุญَْูุซُ َูุฌَุฏْุชُู
ُُููู
ْ َูุฎُุฐُُููู
ْ َูุงุญْุตُุฑُُููู
ْ َูุงْูุนُุฏُูุง َُููู
ْ َُّูู ู
َุฑْุตَุฏٍ َูุฅِْู ุชَุงุจُูุง َูุฃََูุงู
ُูุง ุงูุตَّูุงุฉَ َูุขุชَُูุง ุงูุฒََّูุงุฉَ َูุฎَُّููุง ุณَุจَُِูููู
ْ ุฅَِّู ุงََّููู ุบَُููุฑٌ ุฑَุญِูู
ٌ[3] ููู
ูุฎูุฑูู
ุณุจุญุงูู ุจูู ุงูุฅุณูุงู
ูุจูู ุงูุจูุงุก ุนูู ุฏูููู
، ููู
ูุทุงูุจูู
ุจุฌุฒูุฉ، ุจู ุฃู
ุฑ ุจูุชุงููู
، ุญุชู ูุชูุจูุง ู
ู ุงูุดุฑู ููููู
ูุง ุงูุตูุงุฉ ููุคุชูุง ุงูุฒูุงุฉ، ูุฏู ุฐูู ุนูู ุฃูู ูุง ููุจู ู
ู ุฌู
ูุน ุงูู
ุดุฑููู ู
ุง ุนุฏุง ุฃูู ุงููุชุงุจ ูุงูู
ุฌูุณ ุฅูุง ุงูุฅุณูุงู
ููุฐุง ู
ุน ุงููุฏุฑุฉ، ูุงูุขูุงุช ูู ูุฐุง ุงูู
ุนูู ูุซูุฑุฉ. ููุฏ ุตุญ ุนู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฃุญุงุฏูุซ ูุซูุฑุฉ ุชุฏู ุนูู ูุฐุง ุงูู
ุนูู ู
ููุง ููู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
: ((ุฃู
ุฑุช ุฃู ุฃูุงุชู ุงููุงุณ ุญุชู ูุดูุฏูุง ุฃู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู، ูุฃู ู
ุญู
ุฏุงً ุฑุณูู ุงููู، ููููู
ูุง ุงูุตูุงุฉ، ููุคุชูุง ุงูุฒูุงุฉ، ูุฅุฐุง ูุนููุง ุฐูู ุนุตู
ูุง ู
ูู ุฏู
ุงุกูู
ูุฃู
ูุงููู
ุฅูุง ุจุญู ุงูุฅุณูุงู
، ูุญุณุงุจูู
ุนูู ุงููู ุนุฒ ูุฌู)) ู
ุชูู ุนูู ุตุญุชู، ููู
ูุฎูุฑูู
ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุจูู ุงูุฅุณูุงู
ูุจูู ุงูุจูุงุก ุนูู ุฏูููู
ุงูุจุงุทู، ููู
ูุทูุจ ู
ููู
ุงูุฌุฒูุฉ، ูุฏู ุฐูู ุฃู ุงููุงุฌุจ ุฅูุฑุงู ุงูููุงุฑ ุนูู ุงูุฅุณูุงู
، ุญุชู ูุฏุฎููุง ููู ู
ุง ุนุฏุง ุฃูู ุงููุชุงุจ ูุงูู
ุฌูุณ؛ ูู
ุง ูู ุฐูู ู
ู ุณุนุงุฏุชูู
ููุฌุงุชูู
ูู ุงูุฏููุง ูุงูุขุฎุฑุฉ، ููุฐุง ู
ู ู
ุญุงุณู ุงูุฅุณูุงู
، ูุฅูู ุฌุงุก ุจุฅููุงุฐ ุงูููุฑุฉ ู
ู ุฃุณุจุงุจ ููุงููู
ูุฐููู
ูููุงููู
ูุนุฐุงุจูู
ูู ุงูุฏููุง ูุงูุขุฎุฑุฉ ุฅูู ุฃุณุจุงุจ ุงููุฌุงุฉ، ูุงูุนุฒุฉ ูุงููุฑุงู
ุฉ ูุงูุณุนุงุฏุฉ ูู ุงูุฏููุง ูุงูุขุฎุฑุฉ، ููุฐุง ููู ุฃูุซุฑ ุฃูู ุงูุนูู
ูู ุชูุณูุฑ ุงูุขูุฉ ุงูู
ุณุฆูู ุนููุง، ุฃู
ุง ุฃูู ุงููุชุงุจ ูุงูู
ุฌูุณ ูุฎุตูุง ุจูุจูู ุงูุฌุฒูุฉ ูุงููู ุนู ูุชุงููู
ุฅุฐุง ุจุฐูููุง ูุฃุณุจุงุจ ุงูุชุถุช ุฐูู، ููู ุฅูุฒุงู
ูู
ุจุงูุฌุฒูุฉ ุฅุฐูุงู ูุตุบุงุฑ ููู
، ูุฅุนุงูุฉ ููู
ุณูู
ูู ุนูู ุฌูุงุฏูู
ูุบูุฑูู
، ูุนูู ุชูููุฐ ุฃู
ูุฑ ุงูุดุฑูุนุฉ، ููุดุฑ ุงูุฏุนูุฉ ุงูุฅุณูุงู
ูุฉ ูู ุณุงุฆุฑ ุงูู
ุนู
ูุฑุฉ، ูู
ุง ุฃู ูู ุฅูุฒุงู
ุฃูู ุงููุชุงุจ ูุงูู
ุฌูุณ ุจุงูุฌุฒูุฉ؛ ุญู
ูุงً ููู
ุนูู ุงูุฏุฎูู ูู ุงูุฅุณูุงู
، ูุชุฑู ู
ุง ูู
ุนููู ู
ู ุงูุจุงุทู ูุงูุฐู ูุงูุตุบุงุฑ؛ ููููุฒูุง ุจุงูุณุนุงุฏุฉ ูุงููุฌุงุฉ ูุงูุนุฒุฉ ูู ุงูุฏููุง ูุงูุขุฎุฑุฉ، ูุฃุฑุฌู ุฃู ูููู ููู
ุง ุฐูุฑูุง ููุงูุฉ ูุฅูุถุงุญ ูู
ุง ุฃุดูู ุนูููู
. ูุฃุณุฃู ุงููู ุนุฒ ูุฌู ุฃู ูููููุง ูุฅูุงูู
ูุณุงุฆุฑ ุงูู
ุณูู
ูู ููููู ูู ุงูุฏูู ูุงูุซุจุงุช ุนููู، ุฅูู ุฎูุฑ ู
ุณุฆูู، ูุงูุณูุงู
ุนูููู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู.


